Mendefinisikan Bahagiamu Sendiri

Seringkali dalam hidup ini kita sulit untuk melepaskan diri atas apa yang lingkungan sekitarmu ekspektasikan. Memenuhi ekspektasi sosial bisa jadi menyenangkan karena jelas kita akan mendapatkan ‘pujian’ dan ‘perhatian’ dari banyak orang yang menjadi makanan menyenangkan bagi kebutuhan sosial kita. Namun pertanyaan sederhanyanya ‘Apakah kamu bahagia?’, ‘Apakah benar hidup seperti ini yang kamu inginkan?’. Renungkan sebelum menjawab.

Bila bahagia adalah jawabmu, maka silahkan berhenti membaca, karena kamu telah menemukan bahagiamu, namun jika belum mari kita menanyakan kepada diri kita sendiri, guna benar-benar bisa mengenali diri kita dan mendengarkan suara hati kita. Hal terburuk apa yang terjadi ketika kita tidak memenuhi ekspektasi sosial? Kekecewaan. Hal terburuk apa yang terjadi ketika kita memaksa diri memenuhi ekspektasi sosial? Kehilangan diri kita sendiri. Lama kelamaan segala macam prestasi dan pujian yang kalian rasa menyenangkan diawal, lama kelamaan rasanya begitu hampa. Begitu, tidak ada artinya. Begitu, tidak pernah cukup. Bahagia menjadi hal yang amat mahal dan amat sulit untuk kamu capai, padahal kamu sudah hidup memenuhi apa yang orang-orang impikan. Apa yang salah sampai di titik ini?

Ternyata kita selama ini tidak benar-benar hidup untuk diri kita.

Kita bekerja, belajar siang dan malam guna memenuhi ekspektasi sosial, sibuk mendokumentasikan setiap keberhasilan dan pencapaian kita di semua media sosial guna mendapatkan lebih banyak ‘pujian’. Pujian hal yang menyenangkan bagi jiwa kita semua, tapi bukan yang benar-benar kita butuhkan.

Lantas bagaimana? Aku tak bisa lepas dari ekspektasi sosial karena itu menjadi suatu kebutuhan.

Jawabnya sederhana, jinakkan, jadikan teman bukan jadikan beban.

Ekspektasi sosial mungkin seringkali menghimpit sesak raga kita hingga pada akhirnya kita disudutkan dalam keadaan tanpa pilihan. Karena hidup sejatinya sangat sementara, maka jangan sampai hidup untuk mimpi dan keinginan orang lain. Hati nuranimu sangat mampu memilih mana yang benar membuatmu bahagia, mana pilihan hidup yang ingin kamu jalani, mana orang yang mau kamu pilih untuk menemani hari-hari. Dengarkan. Masyarakat mungkin bisa berkepsketasi namun kamu yang menjadi pengendali bagi hidupmu sendiri, kamu yang dapat memilih mana keadaan yang benar-benar membuatmu bahagia dan mana pilihan yang benar-benar membuatmu hidup.

 

Karena hidup cuman sekali, hiduplah dengan penuh arti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s