Tanda Tanya

Kau lemparkan aku pada ruangan penuh tanda tanya
Kau hanya berkata ‘tunggu’
Namun entah sampai kapan
Kau hanya berkata ‘sabar’
Entah untuk apa
Kau hanya berkata ‘aku akan kembali’
Entah kembali dari apa

Kau biarkanku bercerita diruang tanda tanya
Sesekali kau dengarkan, terkadang kau lewatkan
Hei, ada apa? Kamu yang menyuruhku bercerita
Ternyata kau lelah mendengar cuitan gadis kecil
Yang melulu mengkritik lingkungan sekitarnya, bak gadis yang tak pernah dewasa
‘Dewasalah’ katamu

Kembali ku bertanya, pada ruang penuh tanda tanya
Lantas apa yang harus kuceritakan
‘Apa saja’ ujarmu
Mengapa tidak kau ceritakan saja kisahmu
‘karena aku ruang penuh tanda tanya, aku memantik orang bertanya dan tidak akan menjawab’

Gadis kecil ini terus bertanya dan bercerita
Mengapa ia terus seperti itu?
Karena hanya suaranya sendirilah satu satunya yang dapat menemani ia dalam sepi
Namun lambat laun
Ruang tanda tanya tak lagi bertanya
Gadis kecil kebingungan
Mengapa kau tidak lagi bertanya?
‘Aku tidak ada waktu’ ujarmu
Lantas ruang macam apa kamu sekarang?
Ruang tanda tanya yang kehilangan tanda tanyanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s