Dilema Khawatir dan Pembatasan Diri

Siapa manusia dimuka bumi ini yang tak pernah mengalami kekhawatiran? Rasa khawatir memang seringkali menjangkiti seseorang dengan amat sangat mudah. Kekuatan dari rasa khawatir inipun bermacam-macam. Mulai dari yang ringan hingga kekhawatiran yang berat dan berpotensi menyakiti diri sendiri karena perasaan khawatir yang berlebih ini. Kekhawatiran ini bisa muncul dibaluti dengan berbagai macam penyebab. Kekhawatiran yang sering terjadi adalah kekhawatiran terhadap kemampuan diri sendiri. Tanpa disadari kekhawatiran ini bak sebuah penyakit yang menggerogoti mental dan psikis seseorang, bahkan terkadang tak hanya menyakiti diri sendiri melainkan juga orang lain. Kekhawatiran ini tak jarang membuat kita memandang diri kita menjadi orang yang tidak mampu dan justru menjadi tembok pembatas bagi diri kita sendiri dan bisa juga pembatas untuk orang lain. Rasa khawatir yang berlebih ini menimbulkan kegelisahan atau insecurity yang membuat perasaan menjadi tidak nyaman dan tidak tenang.

Kekhawatiran yang dibalut dengan alasan ‘rasa sayang’ juga terkadang semakin memperparah keadaan, seolah kekhawatiran ini bisa menjadi legitimasi dan menjadikannya sesuatu yang tidak bisa ditentang atau dilawan. Padahal seringkali kekhawatiran ini terjadi karena pikiran berlebihan yang seharusnya tidak menjadi dasar kekhawatiran seseorang, diperparahnya lagi kekhawatiran yang berlebih bisa menjadi dinding yang membuat seseorang atau bahkan komunitas masyarakat untuk takut terhadap hal baru atau takut akan perkembangan yang baru, yang seringkali hanya akan membuat anda tak pernah keluar dari comfort zone anda. Because trespassing through comfort zone might hurt yourself, said your brain.

Bila anda adalah orang yang sering mengalami kekhawatiran berlebih baik itu terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Coba mulai sekarang tanyakan kepada diri anda sendiri, sebenarnya dasar apa yang membuat anda khawatir, apakah alasan tersebut cukup logis untuk mempertahankan kekhawatiran anda? Atau bahkan hanya imajinasi dari fikiran anda yang menanggapi suatu kejadian dengan berlebihan dan seharusnya tidak cukup kuat untuk memunculkan dan mempertahankan kekhawatiran tadi. Apakah kekhawatiran ini telah menyakiti psikis saya sendiri dan bahkan tanpa sadar menyakiti orang lain? Anda sendirilah yang bisa menjadi obat terkuat untuk menghalau kekhawatiran tersebut.

Obat terampuh lainnya untuk mengatasi kekhawatiran ini salah satunya dengan sebuah kata yang amat simple namun sangat luar biasa bila diterapkan, yakni kepercayaan atau trust. Membangun sebuah kepercayaan memang bukan cara yang mudah, namun apakah seumur hidup kita membiarkan diri terbelenggu dalam kekhawatiran tiada berakhir? Mulailah untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan diri, percaya bahwa kemampuan anda lebih dari ini dan bisa membawa anda di keadaan yang lebih baik lagi. Percaya bahwa perubahan tidak selamanya buruk, dan bisa memberikan warna baru terhadap hidup anda. Percaya terhadap kemampuan orang lain, bahwa bukan hanya anda satu-satunya manusia terbaik dimuka bumi ini dan anda adalah mahluk sosial yang membutuhkan kemampuan serta bantuan dari orang lain. Percaya terhadap orang yang anda cintai dan mulai membangun hubungan yang lebih harmonis. Niscaya kekhawatiran yang muncul dibaluti rasa sayang ini tidak akan menjadi dinding pembatas baik bagi dirimu sendiri, orang berharga disekitarmu maupun rekan hidupmu. Stop worrying and begin to trust:) 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s